MENGUPAS SEJARAH JAM TANGAN

Teknologi pada jaman dulu memang belum secanggih pada jaman sekarang. Dimana pada waktu itu orang-orang hidup hanya bergantung kepada matahari untuk menentukan apakah sekarang waktu siang atau malam. Orang-orang pada jaman itu menggunakan sundial (jam matahari pada 3000an tahun sebelum masehi. Agar kita mengetahui waktu tersebut menunjukan pukul berapa, jam ini tergantung dengan posisi matahari.

Agar bisa satu, kita harus memanfaatkan bayangan jam tersebut yang jauh dan ditandai dalam waktu satu hari. Karena pada dasarnya, bayangan tersebut kan jatuh dan bergerak kearah yang berbeda.

Lalu pada saat 14000 sebelum masehi, ada yang menemukan jam pasir di daerah kuburuhan Amenhoterp 1, di Mesir. Karena yang kita tahun bahwa orang-orang jaman dahulu khusunya orang-orang mesir kuno memang memiliki intelektual yang tinggi. Penemuannya itu merupakan wadah yang berisi air tapi memiliki lubang dibawahnya yang bertujuan untuk tempat menetesnya air, disebut ‘Clepsydra’.

Perkembangan teknologi dan jaman pun semakin maju, lalu diabad ke 16 mulailah ditemukan jam saku. Ada pula jam lengan yang dimiliki Ratu Elizabeth 1 yang diberi oleh Robert Dudley. Tapi hingga sekarang pun masih banyak pendapat yang berbeda bahwa yang pertama menciptakan jam tangan yaitu Abraham Loius, ia menciptakan jam tangan tersebut untuk Calorine Murat.

Saat Perang Dunia 1 mulai, jam saku tersebut merepotkan penggunanya. Padahal pada waktu itu, jam tangan sangat dibutuhkan saat perang untuk mengkoordinasikan strategi perang. Semakin banyaknya laki-laki yang menjadi tentara, sehingga popularitas jam tangan menjadi naik. Setelah Perang Dunia 1 selesai, Kinttaro Hattori memperkenalkan jam merek Seiko ke dunia pada tahun 1924. Jam tangan itu membutuhkan baterai agar bisa bekerja bahkan kerjanya bisa mengalahkan jam tangan automatic yang dibuat pertama kali.

Saat jam tangan dengan baterai itu beredar di masyarakat bukanlah suatu hal yang mudah. Pada waktu itu pun Seiko sempat menarik kembali produknya dan memperbaiki dibagian belakangnya, pasalnya bagian belakangnya itu sempat jadi permasalahan.

Sampai dengan tahun 1970, muncul lah jam tangan quartz dan memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh jam mkanikal lainnya. Dimana jam quartz ini punya tingkat keakuratan yang lebih tinggi dan mereka menekan biaya produksinya sehingga bisa menurunkan harga jual. Selain itu juga jam tersebut memiliki daya tahan hingga mencapai 3 tahun.

Lalu di tahun 1957, Hamilton watch Company mengeluarkan jam digital untuk pertama kalinya di Pennsylvania, Amerika Serikat. Tapi saat diluncurkan pertama kali, akurasi terhadap jam masih tergantung pada kumparan penyeimbangnya, karena pembuatannya pun masih tradisional. Tapi dengan munculnya jam digital tersebut malah disambut dengan baik oleh masyarakat, karena mereka tak perlu lagi untuk memutar-mutar jam agar bisa bekerja. Karena jam dapat berhenti saat coilnya sudah berkarat, dan itu menjadi ide baru untuk memperbaharui jam Hamilton tersebut.

Selain itu ada Bulova yang mengembangkan teknologi jam dengan menggunakan garpu tala untuk membuat jam tetap akurat. Ia pun menjual produk pertamanya di tahun 1960 yaitu Accutron, karena sudah punya tingak akurasi yang tinggi. Dengan hal begitu malah bisa menarik perhatian produsen jam di Swiss. Karena mereka sudah berfokus untuk membuat jam tangan dengan pengatur jam yang sangat akurat. Akhirnya pada tahun 1967, Centre Electronique Horloger mencitpkan jam tangan quartz pertama. Tapi yang menjual jam secara komersial an memunculkan Quartx Astron adalah Seiko.